NIAT DAN SEMANGAT!
Niat Tak Kan Terkhianat
Cerpen Karangan: Sheryl Aristya Kirana
Bryna Kirana, biasa dipanggil
Kirana atau Rara. Cewek smart berambut ikal yang selalu ceria. Ia memiliki seorang sahabat yang telah ia kenal
sejak SMP bernama Pratama atau biasa dipanggil
Tama. Ketika SMP Tama tergolong
cowok yang sederhana, cuek, namun masa bodoh
dengan pelajarannya.
Tiba saatnya memasuki
masa SMA. Walau Rara dan Tama tak satu sekolah
lagi, mereka tetap menjalin
komunikasi via SMS atau Sosmed. Namun belakangan ini, mereka tak saling
memberi kabar. Entah Rara yang sibuk
atau Tama yang sok sibuk.
Suatu ketika di sore hari, secara
tak sengaja Rara dan Tama bertemu di sebuah toko buku.
“Eh Tama! Kamu kemana aja selama ini
kok gaada kabar?” ucap Rara
menepuk pundak Tama.
Tama terkejut melihat adanya
Rara
“Hai Ra! Maaf ya, selama masuk
SMA ini aku sibuk, jadi gak sempat kasih kabar
kamu.”
“Halahhh… sok sibuk kamu,
palingan sibuk main game online atau main PES kan..” Ejek Rara.
“Ya gak lah, aku sibuk soalnya
diberi tanggungjawab oleh Bu Dewi untuk ikut lomba Cagar Budaya tingkat
Kabupaten. Padahal kamu tahu sendiri
kan ini bukan keahlianku. Aku
aja ke toko ini disuruh nyari buku referensi tentang Budaya sekitar. Huffttt!! Malesinn, pusing deeehh.” Jawab Tama menghela nafas kesal.
(Bu Dewi adalah guru yang
mengajar sejarah di sekolah Tama) “Ha? Gak salah? Hahahaha!!!” Ejek Rara menertawakan Tama.
“Iya Ra, mana ibu sudah benar-benar berpesan supaya aku dapat memenangkan lomba ini biar beasiswaku diperpanjang” Jawab Tama dengan muka lesu.
“Ya kamu semangattt lah Tam! Ini kesempatan emas buat kamu.” Ucap Rara memberi semangat.
“Tapi Ra, aku tu gak suka kalau lomba dipaksa gini” Elak Tama.
“Yaudah terserah kamu aja Tam. Aku duluan ya.” Rara berjalan
meninggalkan Tama.
Di hari Kamis setelah pulang sekolah,
Bu Dewi memanggil Tama untuk menemuinya di kantor guru.
“Pokoknya Ibu gak mau tahu, ini udah jadi tanggungjawab kamu Tama. Kamu harus bisa memenangkan lomba ini” Tegas Bu Dewi.
“Tapi Bu, saya tidak suka dikekang
seperti ini. Lagipula lomba ini
kan bukan dari keahlian saya.” Bantah Tama.
“Tam kamu pasti bisa memenangkan lomba ini, Ibu yakin sekali.”
“Tapi Bu, saya juga masih ada tugas
lain yang harus saya prioritaskan.”
“Gausah tapi-tapian! Atau kalau tidak beasiswa
kamu saya cabut dan saya skors karena kamu lari dari
tanggungjawab lomba ini.”
“Yaudah, saya usahakan.”
Sesampainya di rumah, HP Tama
bergetar tanda adanya SMS dan ternyata itu pesan dari Rara yang menanyakan tentang
lomba Cagar Budayanya. Serta Rara menyampaikan kata motivasi untuk tama yang berbunyi:
“Tam, kamu harus semangat. Kalau
kamu niat dan berusaha, maka hasil tidak akan
mengkhianati usahamu. Lagipula
kasian ibumu jika beasiswamu dicabut.
Apa iya kamu gak sekolah?
Ayolah Tam semangat
dan berdoalah maka kamu akan dimudahkan Allah, pasti!”
Namun Tama merasa kesal dengan
Rara yang ia rasa sama saja seperti ibu dan guru sejarahnya.
Suatu hari dipertengahan malam, Tama terbangun
dari mimpi buruknya
dan tiba-tiba ia terbayang
perkataan Rara. Tama sadar bahwa apa yang dikatakan Rara ada benarnya dan ia tidak mau menambah
beban ibunya.
Akhirnya Tama bertekad
mengumpulkan niatnya untuk mengikuti lomba itu. Hari demi hari Tama mempersiapkan materi lomba dengan matang. Ia sampai rela keluar
malam-malam demi mencetak atau fotokopi data yang akan digunakan lomba walau hari itu
hujan deras.
Dan tiba saatnya perlombaan
dimulai. Tama gugup karena ia merasa bahwa ia tidak lebih mahir berpresentasi dibanding siswa dari sekolah lain.
Tetapi Tama percaya
dan yakin bahwa Allah akan selalu memberi kemudahan untuknya. Dan
ternyata perjuangan Tama tidak nihil begitu saja, Tama mendapat
juara 1 Lomba Cagar Budaya tingkat Kabupaten tersebut.
Tidak sia-sia usaha dan apa yang
ia lakukan selama ini.
Ibu Tama dan Bu Dewi sangat
senang dan bangga kepadanya. Sembari memeluk
Tama, Ibu Tama berkata bahwa “suatu hal yang positif jika kita
mengerjakannya dengan tulus dan
ikhlas serta tidak lupa berdoa maka hasilnya tidak akan sia-sia.” Ia juga teringat perkataan Rara bahwa
“sesuatu yang didasari dengan niat maka hasil
tidak akan mengkhianatinya.”
Sumber : https://bocahkampus.com


Komentar
Posting Komentar